akhirnya keputusan itu terjadi
Mood:
sad
yah...akhirnya keputusan itu telah kuambil tadi malam. Awalnya aku hubungi Inne untuk menanyakan masalah yg sedang dia hadapi di RS (ini merupakan alasan baginya sehingga jarang telp atau kirim sms sama aku). Setelah bercerita panjang lebar aku mulai menanyakan jadwal untuk ketemuan dengannya, ternyata sayangku ini tetep menghindar dengan alasan ada acara buka bersama dengan Dokter lain. Yah kalo alasan nya begitu sih aku masih maklum tapi ketika aku tanya lagi kepastiannya sayangku malah menjawab ga tahu pasti karena kesibukannya.
yang paling buat aku sedih sayangku hari jumat mau pulang ke Bogor dan aku minta untuk ditunda aja hari sabtu sehingga hari jumatnya kita bisa ketemuan, tapi sayangku menolaknya dengan alasan dia sudah bosan tinggal di karawang dan ingin refreshing di Bogor. Masuk akal juga alasannya tapi dulu sayangku ga bersikap seperti ini. Kalo ada waktu libur dia selalu minta ketemu sama aku dulu baru akhirnya pulang ke Bogor sama-sama. hmmm... memang hal ini sekarang ga pernah terjadi lagi.
Setelah menimbang beberapa waktu akhirnya aku putuskan untuk menghentikan hubungan cinta ini karena aku merasa tidak diperlakukan sebagai kekasih seperti dulu lagi. Dan aku berfikir ini waktunya cukup tepat karena sayangku sudah selesai ujian sehingga ku harap tidak mengganggu pikirannya. Memang sebelumnya aku pun dah bilang pada sayangku bahwa aku akan melihat perkembangan hubungan kita setelah dia ujian karena aku takut mengganggu konsentrasinya kalau saat itu aku ambil keputusan. Dan ternyata sikapnya tetap tidak berubah (...tapi mengapa kau tak berubah, ada apa denganmu..??) Aku ga terbiasa dengan kondisi seperti ini (tidak baik untuk kesehatan...hehee)
Aku bukannya tidak menerima profesinya sebagai dokter,seperti yang sayangku sangka tapi aku paling tidak terima sama sikap dan perlakuannya padaku yang berubah begitu drastis.
Maka dari itu semalam aku utarakan bahwa sebaiknya kita berteman saja karena memang hubungan kita aku rasakan ga lebih seperti pertemanan biasa, dimana sudah tidak ada lagi perhatian dan kasih sayang.
Sungguh perasaanku malam itu sangat sedih setelah mengambil keputusan pahit itu tapi sesungguhnya aku sudah berusaha semaksimal mungkin tuk pulihkan hubungan ini dan kurasa sayangku pun tahu usaha ku itu.
Ya sudahlah keputusan sudah ku ambil semoga aku dan sayangku bisa saling instropeksi diri dulu. Kalo memang berteman itu lebih baik, kenapa harus dipaksakan berpacaran?
Ditulis oleh herlaninne
at 10:03 AM